Cerita Pendek

SOLEJUHUM DAN INDRYGIHUM

“Dari pelupuk mata para dewa

Mereka melihat kebisingan narcapada

Amarah lahir diantara gemuruh Merapi

Dan kehancuran”

Tiba-tiba datang seekor burung besar terbang menukik kearah tempatnya berdiri, sontak dia berlari dan bersembunyi dibalik sebuah pohon damar dengan getahnya yang menetes tak karuan. Burung itu kembali terbang keatas setelah gagal mendapatkan tubuh seorang ksatria dari negara Oleolehum, ia bernama Solejuhum. Ksatria itu dalam misi mencari sebuah cawan emas yang dipercayai bisa menjadi pintu menuju keabadian.

Tiba-tiba burung raksaksa tadi terbang menukik lagi menghantam pohon damar tempat Solejuhum bersembunyi. Getah-getah damar kering yang berujung tajam rontok dan mebuat Solejuhum keluar dari persebunyiannya. Alhasil burung raksaksa tadi mengetahui gerak dari Solejuhum, terlihat burung itu sangat bernafsu untuk mengoyak tubuhnya. Ketika burung itu kembali terbang kearahnya, dia melompat kembali dibalik pohon damar. Ia luput lagi dari cakar-cakar tacam milik burung itu. Tetapi tidak begitu lama burung raksaksa tersebut memekikkan suaranya dan terbang menghantam pohon damar. Namun pohon damar yang sangat kaya dengan getah itu tiba-tiba mengeluarkan api yang sangat besar dan membuat burung raksaksa itu terbakar bagian sayapnya. Tidak jatuh ke tanah, burung tersebut terbang lagi dengan kodisi sayap yang terluka.

Solejuhum terlihat sedikit penasaran darimana api tersebut dating, ternyata dari atas bukit seberang ada seseorang yang melontarkan anak panak bermata api. Solejuhum terlihat penasaran siapakah gerangan, ternyata Indrygihum kakak perempuannya yang sangat ahli memainkan panah. Indrygihum memang berjalan dibelakang sang adik, ia mendengar pekikan suara burung raksaksa dan tahu adiknya sedang dalam marabahaya.

Cawan itu berada di dasar telaga Nirmala, telaga dengan air terjun disetiap sudutnya. Telaga itu berada tidak jauh dari pohon damar, bahkan gemercik suara air terjunnya sudah terdengar dari tempat mereka berdua bertemu tersebut. Benar saja, tidak lama setelah mereka berjalan, mereka menjumpai sebuah telaga yang airnya berwarna emas, padahal air yang turun dari air terjun disetiap sudutnya berwarna biru. Mungkin warna tersebut adalah pancaran cawan emas yang berada didasar telaga tersebut. Tidak terlihat adanya kehidupan air di dalam telaga tersebut. Tidak menunggu lama Solejuhum memutuskan untuk menyelami telaga tersebut, namun sang kakak Indrygihum mendapat firasat buruk. Benar-benar terjadi, sang adik tiba-tiba mengambang dengan tidak sadarkan diri di tengah telaga, tidak pikir panjang Indrygihum mencoba menolongnya. Tetapi setelah tubuhnya basah oleh air telaga tersebut tubuhnya menjadi kaku dan nafasnya semakin menghilang. Dan pada akhirnya mereka berdua mengambang ditengah telaga Nirmala tersebut.

Misi mereka mencari cawan emas sudah tercapai, dan telaga tersebut menjadi pintu mereka menuju ke keabadian.

….

Indrygihum lahir ketika Dewata sedang bersuka cita di khayangan, oleh karena itu tak khayal jika paras putri Oleolehum ini bak permata berkilau cahaya. Tetapi dibalik keelokan parasanya ia memendam sifat yang sangat garang, ahli memanah, serta sangat cakap dalam berburu. Jarang sekali seorang putri kerajaan mempunyai sifat yang seperti itu. Sedangkan adiknya Solejuhum dilahirkan ke dunia bersamaan dengan mekarnya bunga-bunga randu di taman keputrian, oleh karena itu membawa sifatnya sangat sejuk dengan parasnya yang rupawan. Tak kalah dengan sang kakak, Solejuhum sangat pandai dalam memainkan senjata keris pusaka, serta ia juga sangat cakap dalam mengendalikan kuda.

Mereka berdua memiliki selisih umur 5 Tahun. Ketika Indrygihum berumur 16 tahun celaka bagi kerajaan Oleolehum sudah didepan mata. Sang Raja Prabu Gejulehum tergolek lemas di ranjang kerajaan, penyakit aneh menggerogoti tubuh sang raja Oleolehum.

“Ayahanda tidak lama lagi akan berangkat menuju kedamaian, kerajaan ini akan aku titipkan kepada paman Patih Rejolehum sampai umurmu pantas untuk dilantik menjadi Raja di Kerajaan ini Solejuhum”.

“Mohon maaf ayahanda. Bukankah yunda Indrygihum sebagai putri tertua kerajaan ini yang lebih pantas memimpin kerajaan ini ayahanda ?”. Jawab Solejuhum.

Ketika itu Solejuhum merasa tidak mau melangkahi Indrygihum sebagai kakaknya, menurut ia walaupun sang kakak seorang perempuan lebih layak memimpin kerajaan Oleolehum. Tetapi Prabu Gejulehum sangat mengharapkan Solejuhum seorang putra kerajaan yang meneruskan tonggak kekuasaan Negara Oleolehum.

Tiba-tiba datang Indrygihum. “Negeri lebih terlihat berwibawa jika dipimpin seorang ksatria sepertimu yayi”.

“Benar yang dikatakan oleh kakakmu, kerajaan ini membutuhkan pemimpin sepertimu”.

“Bukankah jika yunda Indrygihum yang diangkat menjadi pemimpin di negeri ini ayahanda tidak perlu menitipkan kekuasaan kepada paman Patih”. Solejuhum mengatakannya dengan nada rendah.

“Tidak ada masalah selama kau menyiapkan diri sampai pantas diangkat menjadi raja kekuasaan di negeri ini ayahanda titipkan pada paman Patih Rejolehum”.

“Jika memang seperti itu kehendak ayahanda, dan yunda Indrygihum juga memberikan restu jika hamba kelak memimpin negeri ini, hamba menerimanya dengan seluruh jiwa dan raga”. Dengan percaya diri Solejuhum mengatakannya.

Prabu Gejulehum berpesan agar kedua anaknya terutama Solejuhum yang akan diangkat menjadi Raja di negeri Oleolehum untuk mengembara di hutan Senjala, berada di sisi timur kerajaan Oleolehum. Mereka harus menemukan sebuah pusaka suci berupa cawan emas yang apabila minum dengan menggunakan cawan tersebut seakan-akan jiwa dan raganya terisi ilmu pengetahuan alam semesta, dan itu akan menjadi bekal yang sangat baik untuk seorang raja.

Prabu Gejulehum juga berpesan agar menghindari perbuatan menghilangkan nyawa mahluk hidup kecuali hewan buruan biasa. Jika hal tersebut dilanggar tujuan utamanya akan musnah.

Berangkatlah mereka berdua mengembara ke hutan Senjala, dengan iringan rakyat Oleolehum yang bersuka cita melihat calon pemimpin mereka. Solejuhum dan Indrygihum melangkahkan kakinya dengan sangat percaya diri. Rakyat Oleolehum sangat mengidam-idamkan seorang pemimpin seperti Pangeran Solejuhum. Ksatria yang elok rupanya.

Tibalah mereka pada tengah hutan Senjala, disana berdiri sebuah pertapaan suci seorang Resi tua, dia adalah Resi Ajilahum.

“Yayi, sepertinya didepan sana ada sebuah pertapaan seorang resi, lebih eloknya jika kita menyempatkan waktu sejenak untuk beristirahat dan belajar darinya”.

“Benar Yunda”.

Resi Ajilalum menyambut kedatangan mereka dengan senyuman yang sangat ramah, mempersilahkan kedua ksatria ini untuk beristirahat disebuah saung miliknya. Tetapi Solejuhum tidak ingin membuang waktunya untuk beristirahat saja tanpa melakukan hal yang lain. Ia berusaha bertanya petunjuk untuk mendapatkan pusaka cawan emas tersebut kepada Resi Ajilahum. Akhirnya sang resi menemani istirahat Solejuhum dan Indrygihum dengan menjelaskan dimana tepatnya pusaka cawan emas tersebut berada.

Cawan emas tersebut berada disebuah telaga dengan keempat sudutnya mempunyai air terjun, telaga tersebut adalah telaga Nirmala. Cawan itu berada di dasar telaga yang kedalamannya tidak terukur. Sang resi juga mengingatkan kembali untuk tidak membunuh atau menghilangkan nyawa mahluk hidup sebelum mendapatkan cawan tersebut.

Merasa sudah cukup petunjuk mereka berdua melanjutkan perjalanannya menuju telaga Nirmala tersebut. Berada dibalik bukit sebelah timur pertapaan resi Ajilahum. Ditengah perjalanan mereka terpisah karena Solejuhum berusaha mengejar rusa yang lewat didepannya. Tetapi rusa tersebut hilang seakan dimakan oleh pohon damar yang berdiri disebuah lembah yang diapit 2 bukit tinggi di kanan dan kirinya.

Iklan
Bercerita dengan Air mata

BERKENALAN DENGAN TETES AIR MATA

Air matamu seperti bait-bait puisi picisan yang keluar dari sepasang mata sakit hati. Air mata yang menetes karena kekecewaan, mengalir membentuk sungai yang menggurat pada pipi kanan dan kirimu. Air mata itu kamu beri nama air mata sakit hati, tetapi air mata itu tidak begitu saja bisa mampir di matamu. Dan air mata itu memang pantas bertegur sapa dengan kamu.

Perihal air mata, aku tak pernah menyarankan hal tersebut untuk selalu kamu jalani, tetapi ingat bahwa semua kekecewaan itu berasal dari waktu silammu. Lahir begitu saja seperti hujan sore hari saat matahari masih berbinar dengan terangnya. Nyaris sama seperti yang kamu berikan kepadanya saat itu, saat perasaan cinta masih benar-benar bersinar dan saat itu kamu mengundang awan untuk menyuramkan perasaannya.

Aku bukan ingin menghakimimu, tetapi kembali lagi ini semua tentang bagaimana kisah yang telah kamu susun di waktu lalu. Kisah yang membuatmu bahagia dan seakan lupa dengan bagaimana perasaan pasanganmu. Bermain rasa begitu saja dengan orang-orang yang jelas sangat bisa memukaumu hingga kamu lupa cara bersyukur.

Dan kini air matamu sudah tidak perlu kau tanyakan lagi karena apa sebabnya. Semua itu adalah ungkapan sesal yang memang pantas kamu dapatkan. Dan aku di sini sebagai saksi bagaimana kamu bisa atau tidaknya menjadi lebih baik dari kisahmu yang dahulu.

Tidak cukup pada hal menyesal, karena pada dasarnya adanya aku di sini akan menemanimu untuk merubah diri menjadi lebih baik. Maka susunlah niat untuk membenahi diri dan semai rasa kesadaran tentang semua kesalahan yang pernah kamu ukir.

Kita akan menjadi sepasang manusia yang berjalan dengan langkah yang dibasahi air mata. Menaiki sebuah tangga yang bercucuran rasa sakit, dan semua itu akan menemui sebuah puncak kebahagiaan yang diselimuti senyum keikhlasan dan kepuasan. Jutaan langkah yang akan kita rangkai untuk mencapai sebuah senyum pembalasan dari bait-bait air matamu saat ini. Memang akan menjadi perjalanan yang panjang dan sangat melelahkan, dan di perjalanan nanti akan ada ratusan oase yang berbaris menggoda langkah kakimu.

Tetapi semua itu harus dibentengi dengan rasa sabar dan syukur. Jika tidak, mungkin pengulangan dari kesalahan-kesalahan akan terulang berkali-kali. Karena memang aku tidak pernah melihat jera yang mampir di dirimu.

Continue reading “BERKENALAN DENGAN TETES AIR MATA”

Tak Berkategori

JANGAN SAMPAI SALAH KIRIM PUISI KEPADA PASANGAN !

Puisi adalah bahasa yang bisa mengungkapkan rasa cinta. Kurang lebihnya banyak orang mengatakan seperti itu. Oleh karena itu banyak cowok membuai pasangannya dengan puisi yang romantis. Ada yang nulis sendiri, ada yang ngutip dari penulis terkenal.

Seorang cewek pasti terbuai oleh kata-kata romantis yang diberikan oleh seseorang yang ia cintai, tetapi mereka hampir tidak memikirkan bagaimana sebenarnya makanan dari puisi tersebut, yang penting romantis dia sudah terbuai.

Pasti banyak yang tahu puisinya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Aku Ingin”. Nah banyak sekali cowok yang mengirim puisi tersebut kepada pasangannya, puisi yang ditulis seorang Guru Besar Sastra Indonesia Universitas Indonesia ini memang sangat sederhana dan romantis tapi jika kita telaah secara seksama puisi tersebut tidak cocok kita berikan kepada pasangan kita. Setelah ini kita coba telaah puisi tersebut secara singkat.

Aku Ingin
(Sapardi Djoko Damono)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Baris pertama, “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”, pada baris tersebut jika kata “aku” tersebut kita pahami sebagai kita pelakunya akan bermakna, kita sedang ingin atau berharap mencintai seseorang dengan cara sederhana. Oke pada baris pertama ini kita mengungkapkan bahwa kita mempunyai keinginan untuk mencinta seseorang.

Baris kedua, “Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu”, pada baris ini melanjutkan baris pertama tadi, bagaimana cara kita untuk mencintai seseorang tersebut. Disitu kita mengungkapkan usaha kita untuk mencintai seseorang yang belum tersampaikan. Dianalogikan dengan ucapan kayu yang tidak tersampaikan karena sudah keburu dibakar oleh api dan hanya tinggal abu.

Baris ketiga adalah repetisi dari baris pertama, baris ini digunakan untuk penegasan dari baris pertama tadi.

Baris keempat, “Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”, pada baris ini sebenarnya juga repetisi atau pengulangan dari baris kedua, hanya saja pemilihan diksi yang berbeda dari baris kedua tadi. Semakin dijelaskan dibaris ini kita mengungkapkan bahwa kita ingin menyampaikan suatu perasaan kepada seseorang tetapi hal lain menghentikan suatu usaha penyampaian perasaan tersebut.

Dari telaah singkat diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa sebenarnya puisi ini adalah suatu curhatan seseorang yang mempunyai perasaan tetapi tidak tersampaikan karena suatu hal, mungkin atau lebih gampangnya kita pahami dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Jadi apakah suatu curhatan tersebut pantas kita berikan kepada pasangan kita. Padahal pasangan itu artinyakan kita sudah memilikinya, jadi puisi “Aku Ingin” ini kurang tepat jika kita berikan kepada pasangan kita.

Puisi ini lebih tepatnya kita berikan kepada seseorang yang kita sukai tetapi dia sudah memiliki kekasih lain. Memang sangat tragis sob sebenernya.

Cerita Badut Dan Dendam Dunia

SEORANG BADUT DAN DENDAM DUNIA

Saya adalah badut yang berhati muram. Senyum yang dilukis pada wajah hanyalah kebohongan semata. Pekerjaan saya membuat tertawa semua orang.

Saat di rumah saya selalu menghabiskan setiap detik waktu saya dengan berkaca pada sebuah cermin. Cermin usang yang berbentuk sebuah bibir. Ketika saya berkaca pada cermin tersebut ia selalu menertawakan saya, tertawa terbahak-bahak seperti orang-orang menertawakan saya diatas pentas, saya sedikit terganggu dengan hal ini.

Televisi hitam putih usang yang ada diruang tengah tiba-tiba menyala dengan sendirinya, saat itu di layar kaca sedang diputar sebuah pertunjukan badut. Saya memutuskan untuk menonton film tersebut. Satu menit biasa saja, saya belum tertawa, lima menit tetap biasa saja, padahal badut itu bertingkah lucu mengundang tawa penontonnya. Pada menit ke sepuluh keanehan baru terjadi, tiba-tiba badut didalam layar itu memanggil nama saya dan tidak habis-habisnya dia menertawakan nama saya.

Sontak saya kaget tidak karuan, mengapa bisa terjadi hal seperti ini. Saya lari meninggalkan televisi tersebut dengan keadaan masih menyala.
Saya berfikir memandang sebuah ketenangan adalah hal yang pas saat ini saya lakukan. Balkon lantai 2 adalah tempat yang sangat pas, saya bisa memandang langit malam yang sangat tenang. Bintang dan bulan terlihat bercanda satu sama lain, tapi tiba-tiba bulan tersebut melet kearah saya dan disusul dengan tertawaan keras dari si bintang, tetapi saya tidak begitu kaget pada saat itu justru saya tertarik untuk berfikir kenapa semua ini terjadi.

Dari orang-orang pentas, Kaca, Badut di Televisi, Bulan dan Bintang semua menertawakan saya. Mungkin saya pernah membuat kesalahan kepada semuanya. Jadi saat dunia menertawai saya mungkin dia sedang membalas dendam.

Cerita Pendek, saya dan cerita orang biasa

TUJUH HARI YANG LALU

Air mata sepertinya tidak ada lagi yang ingin menetes dari setiap nafas ini, sejak kepergianmu sepertinya tidak terhitung lagi berapa banyak air mata yang keluar menetes.
Semua ini berawal dari Tujuh Hari yang lalu, bagimana saya tidak lagi menghargainya sebagai pasangan saya.

Nama saya Alice biasa disebut A, menjalin hubungan ini sudah lebih dari 7 Tahun, berjalan begitu saja dengan suka-duka yang biasa dialami semua manusia yang menjalin hubungan. Tetapi pada Tahun ke Tujuh ini semuanya menjadi berubah.
Fergie, dia adalah orang selama tujuh tahun ini menjalin hubungan dengan saya. Iya dia pacar saya. Cowok yang super membosankan dengan segala kelakuannya yang dikatakan sebagai perhatian. Enam tahun kami menjalani semuanya dengan suka, beberapa kali godaan datang tetapi saya berhasil untuk melewatinya. Semua itu berubah ketika datang seorang cowok lain dalam kehidupan saya, Reza. Dia orang yang selalu membuat saya tertawa selama ada didekatnya, membuat kejenuhan saya terhadap Fergie lambat laun hilang, begitu juga dengan perasaan sayang saya kepada Fergie.

Entah angin mana yang tertiup dan menggoda pikiran saya untuk menduakan Fergie, secara terang-terangan saya sampaikan pada Fergie bahwa saya sudah merasa jenuh dengan kelakuannya yang sangat membosankan. Dan saya juga mengatakan bahwa saya sudah merasa nyaman dengan cowok lain.

Sungguh membuat saya sebal, bukannya dia marah dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini tetapi ia malah berkata akan dengan sabar berusaha membuat saya bisa mencintainya lagi.

Sejak itu saya mencoba dengan pelan-pelan menjauh dari dia, tetapi perhatiannya pada saya tidak berkurang sedikitpun. Di sisi lain saya semakin nyaman dengan kehadiran Reza yang memang sedikit demi sedikit sudah bisa menggantikan sosok Fergie dalam hati saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk benar-benar meninggalkan Fergie.

*Room Chat WhatsApp Messenger*
Saya : sayanggg
Fergie : hehehehe iya sayangg, tumben manggil gini lagii
Saya : aku mau ngomong sesuatu penting
Fergie : ooh ya sudah aku jemput kamu sekarang nanti kita ngobrol di luar yaaa
Saya : nggk usah, aku mau ngomong disini saja
Fergie : yasudaa ngomong aja a
Saya : Kamu tahu sendiri sekarang rasa sayangku ke kamu sudah hilang, dan kamu juga tahu ini semua karena sikapmu ke aku terlalu membosankan. Jujur,,, sekarang aku sudah terlanjur nyaman dengan cowok lain yang membuat hidupku lebih berwarna daripada 6 tahun bersamamu. Jadi aku minta kita sudahi saja hubungan ini, toh nanti kamu akan bahagia dan tidak merasa cemburu lagi jika aku bersama cowok ini. Maaf yaaa Ferr. 😭
Fergie : A, jika memang itu yang membuatmu bahagia aku rela kamu tinggalkan, tapi jika nanti kamu tidak bahagia jangan salahkan dirimu sendiri yaa. Aku sekalian mau pamit.
Saya : kamu kamu kemana ?
Fergie : Mungkin Setelah ini kita hanya akan bisa bertemuku didalam mimpi.
Saya : Ya sudah, semoga kamu juga bahagia
Fergie : Iyaa.

Esok harinya Fergie datang ke rumahku dengan membawa kotak kado, dia mengatakan bahwa itu adalah kenang-kenangan terakhir yang bisa dia berikan kepadaku. Karena saya merasa tidak begitu penting kado itu saya tumpuk di tumpukan buku-buku yang tidak begitu saya baca lagi.

Selang tiga hari dari kejadian itu saya resmi pacaran dengan Reza, saya benar-benar merasa bahagia sekali setiap harinya. Mungkin saya tidak kenal lagi dengan yang namanya air mata, gelak tawa adalah camilan dalam hari-hariku.
Semua itu berjalan dengan baik selama sebulan ini.

Sampai saat saya menemukan sebuah kotak kado yang dulu diberikan Fergie, didalamnya terdapat album foto yang disusun dari tahun pertama kita pacaran hingga tahun ke Tujuh kita pacaran, dan dibagian paling belakang ada sebuah tulisan.

*Tulisan Tangan Fergie Dalam Album Foto*
“Alice, semoga saat kamu membaca ini kamu masih bahagia dan masih bisa tersenyum dengan indah. Kamu tau A, aku sangat bersyukur sekali kau mendapatkan cowok baru yang lebih baik sekali, aku yakin dia bisa menjagamu dengan baik.
Meninggalkan ku adalah suatu keputusan yang tetap A, karena aku tahu sendiri kamu tidak akan bahagia, aku didiagnosis menderita kanker dan pastinya tidak bisa menemanimu selamanya. Maka dari itu aku sangat bersyukur ada orang lain yang sangat baik menggantikan posisiku sebagai pacarmu.
Sesuai pesanku yang terakhir kamu jangan pernah merasa menyesal atas keputusanmu, kamu berhak bahagia. Karena bahagiamu adalah kebahagiaanku juga. Terimakasih Tujuh Tahun sudah menjadi teman dalam hidupku, dan semoga kita bisa bertemu lagi sayangg”.

Seketika air mataku mengalir deras dalam pipiku, jantung seperti berhenti berdetak. Tanpa membuang waktu saya beranjak dari ranjang dan pergi ke rumah Fergie. Sesampainya disana rumah terlihat sepi dan tenang, saat saya ketuk pintu yang keluar adalah Mamanya Fergie.
“Oooh nak Alice yang datang”.
“Iya Tante saya yang datang, kalo boleh tahu Fergie dimana ya te ?”. Tanyaku kepada mamanya Fergie.
“Loh kamu belum tahu ? Tante kira kamu sudah tahu”. Jawab mamanya Fergie.
“Tidak ada kabar sama sekali tentang dia Tante, saya tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi”. Sahutku.
“Memang Fergie berpesan kepada siapa pun untuk tidak memberitahu kepadamu jika kejadian ini benar-benar terjadi”.
“Memang sebenarnya apa yang terjadi Tante ?”. Tanyaku dengan nada putus asa.
“Fergie sudah pergi Tujuh hari yang lalu”.
“Pergi kemana dia te ?”. Tanyaku lagi.
“Dia sudah pergi ke tempat dimana kita tidak bisa kesana hari ini, tapi suatu saat nanti kita pasti menyusul dia”. Ujar Mamanya Fergie.
“Ya Tuhan, tidak tidak Fergie tidak mungkin sudah meninggal”.
“Sudah kau ikhlas saja, dia pasti tidak mau melihat orang-orang menangis karena dia, toh dia disana pasti sudah tidak merasakan sakit lagi”.

Tubuh saya seperti tidak ada tenaga lagi, seketika semuanya gelap dan saya tidak bisa berfikir dengan normal lagi. Ketika sadar saya sudah berada pada sebuah kamar dengan kaki dan tanganku diikat dan ditemani teriakan-teriakan disekelilingku.
Saya hanya mengingat Fergie, Fergie, dan Fergie. Dan mulut ini juga hanya bisa berkata, Fergie, Fergie, Fergie. Dan didalam hati saya berdoa, semoga saya tidak gila.

saya dan cerita orang biasa

SABDA PANDITA KONCO

Sebuah sabda yang terlempar dari mulut yang berdasar kemuliaan diatas rata-rata. Konteks keagungan dalam niat adalah dorongan utama keluarnya sebuah sabda tersebut.

Pernyataan yang dianggapnya agung bertubi-tubi disodorkan kepada sebuah pemikiran manusia biasa yang kadang kala terpelintir pemaknaannya, dengan tujuan memaksa meluruskan semuanya tanpa memandang fakta apa yang terjadi.
Pemikiran yang dibangunnya sangat kompleks dan siap ditarungkan dengan pemikiran manusia pada wajarnya, berdasarkan pada pemikirannya sendiri yang dibalut dengan aspek fiktif yang semakin menguatkan pernyataannya.

Tujuan yang paling utama adalah membangun kebahagiaan dirinya sendiri dengan memanfaatkan hilangnya kebahagiaan orang lain.

Sabda ini beberapa tingkat dibawah sabda pandita ratu, kekuatannya sangat vokal jika diberikan pada seorang yang benar-benar dikenalnya.
Aspek-aspek akal sehat tidaklah ada artinya dengan semua sabda pandita konco ini. Padahal jika kita telaah pada dimensi kemanusiaan yang normal hal ini sudah melampaui batas kenormalan sebuah cara berfikir seorang manusia pada wajarnya.

Pada titik ini saya masih mencari sabda tandingan yang bisa meruntuhkan bagaimana kekuatan sabda pandita konco ini, pastinya saya akan mencari dengan dasar pemikiran normal tanpa adanya bumbu-bumbu fiksi yang ditumbuhkan tanpa adanya bukti yang membenarkannya.

saya dan cerita orang biasa

SEBUAH KUTUKAN BULAN JANUARI

Pagi ini bersama kokok ayam dan teriakan tukang sayur perasaanku berkata tidak karuan. Saya sempat berpikir lagi tentang mencintai itu tidak harus memiliki, tapi menurut saya hal itu bukan penyelesaian dari ketidak karuan perasaan ini. Saya sempat berpikir lagi apakah ini kutukan bulan Januari !!!?
Iya, bulan dimana saya sering merasakan kegetiran dalam sebuah fase kehidupan, mulai 2 tahun lalu berturut-turut hal itu rutin terjadi. Tapi jika Januari ini kutukan itu benar-benar terjadi mungkin akan sangat luar biasa kegetirannya.

Januari, awal tahun yang sebagian orang mengatakan waktu yang tepat untuk menyusun rencana dalam hidupnya. Dari pengalaman yang pernah saya alami kutukan tersebut dibidani oleh perasaan seseorang yang tiba-tiba berubah saat awal tahun baru dimulai.
Dan hari ini sepertinya terjadi kembali.

Saya adalah orang yang selalu belajar mengambil suatu pelajaran dalam setiap adegan kehidupan. Dan saya benar-benar paham meninggalkan suatu masalah sama saja menyerah dalam masalah tersebut bukan penyelesaian dari masalah tersebut.

Kalau saja hari ini adalah tahun lalu mungkin saya tidak akan ambil pusing dan merelakannya begitu saja. Tetapi hari ini adalah saya yang sekarang, dengan perasaan hati yang susah untuk tergoyahkan dan saya sudah belajar dari setiap jengkal masalah yang pernah saya tinggalkan.

Entah ini dianggap diary ataupun curahan hati yang pasti sayang tidak mau kutukan Januari terjadi untuk tahun ini.

Selamat pagi dan jangan lupa selalu belajar. !